Effects of ICT on society/id

TIK atau Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki peran penting dalam memodifikasi dan memodernisasi sistem pembelajaran dan pendidikan saat ini. Mirip dengan teknologi informasi, TIK adalah teknologi lain yang membantu orang untuk mengakses informasi.
TIK berfokus pada komunikasi yang mencakup jaringan nirkabel, internet, serta media komunikasi. Pasar dipenuhi dengan berbagai macam perangkat TIK, yang meliputi industri komputasi, tampilan elektronik, dan telekomunikasi. TIK berdampak pada kehidupan kita secara positif dan negatif. Mari kita pelajari lebih lanjut tentang dampak-dampak ini secara detail.
Dampak positif TIK
Peningkatan akses terhadap layanan

Manfaat utama TIK bagi masyarakat adalah peningkatan akses terhadap layanan dan informasi yang menyertai kemajuan internet. TIK menyediakan akses cepat ke sarana komunikasi yang terjangkau dan lebih baik dalam bentuk pesan instan dan telepon VoIP. TIK menghadirkan cara-cara menarik untuk menikmati hiburan, rekreasi, membangun kontak, menjalin hubungan, dan memperoleh layanan serta barang dari pemasok.
Teknologi ini membantu meningkatkan akses ke pendidikan, dalam bentuk tutorial daring dan pembelajaran jarak jauh. Orang-orang dapat menikmati metode pembelajaran yang lebih baru seperti realitas virtual dan multimedia interaktif. Kerja mobile, jadwal kerja fleksibel, kantor virtual, dan lain-lain membantu orang-orang menikmati peluang kerja yang lebih baik di bidang komunikasi.
Contoh relevan tentang bagaimana TIK menciptakan akses ke layanan adalah penggunaan telepon seluler untuk meningkatkan akses ke produk keuangan. M-PESA, misalnya, adalah layanan keuangan Afrika yang menggunakan telepon seluler untuk melakukan transaksi uang, yang memungkinkan individu untuk mengirim dan menerima uang.
Alat baru dan peluang baru
Dampak penting kedua dari Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah memberikan akses ke berbagai macam alat baru yang belum pernah ada sebelumnya.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menyediakan serangkaian alat dan proses yang khas dan sangat inovatif di bidang fotografi. Penggunaan perangkat lunak pengeditan foto, printer berkualitas tinggi, dan kamera digital memungkinkan orang untuk menghasilkan hasil yang mengesankan. Dengan cara ini, teknologi-teknologi ini sebagian besar telah menggantikan kebutuhan akan studio fotografi.
TIK juga membantu orang mengatasi keterbatasan mereka. Perangkat lunak pembaca layar atau pembesar layar membantu penyandang tunanetra atau rabun untuk bekerja menggunakan teks biasa alih-alih menggunakan Braille.
Meningkatkan operasional organisasi
Pada dasarnya ada tiga wilayah utama yang dipengaruhi oleh TIK dalam sebuah organisasi: komunikasi, keamanan, dan manajemen informasi.
- Komunikasi: TIK menyediakan teknologi seperti VoIP yang lebih efisien dan terjangkau dibandingkan bentuk komunikasi umum lainnya di organisasi, seperti telepon, pesan singkat, email, dan katalog penjualan. VoIP memungkinkan orang untuk mengakses pasar yang luas dan mendunia dengan mudah.
- Respons yang fleksibel: Organisasi yang telah menerapkan TIK memastikan komunikasi yang baik. Ini berarti mereka dapat merespons perubahan dengan cepat dan mudah. Teknologi ini berarti peningkatan hubungan pelanggan, rantai pasokan yang lebih baik untuk layanan dan barang, melayani pelanggan secara efisien dengan cepat memproduksi produk baru sesuai kebutuhan mereka, dan lain sebagainya.
- Manajemen informasi: Organisasi sangat diuntungkan dari TIK untuk pengelolaan informasi mereka. Pengendalian stok yang lebih baik, pengurangan pemborosan, peningkatan arus kas, dan lain-lain adalah beberapa manfaat yang dirasakan oleh para manajer yang menggunakan TIK di organisasi mereka. Dengan selalu mendapatkan informasi terbaru, mereka dapat mengambil keputusan yang lebih baik.
- Keamanan yang Ditingkatkan: TIK dapat meningkatkan keamanan data. Metode enkripsi yang digunakannya membantu menjaga data tetap aman dari orang-orang dengan niat jahat. Teknologi ini menyimpan enkripsi untuk menyimpan dan mengirim data secara elektronik. Hal ini memungkinkan kerahasiaan komersial di dalam organisasi. TIK menggunakan sistem keamanan fisik untuk mengakses data seperti pengenalan wajah atau iris, atau deteksi sidik jari.
Dampak negatif TIK
Kehilangan pekerjaan
Salah satu dampak negatif utama TIK terlihat dalam bentuk hilangnya pekerjaan. Teknologi ini mampu mengotomatiskan operasi yang umum digunakan dalam suatu organisasi sehingga manusia tidak lagi dibutuhkan untuk melakukan tugas-tugas tersebut. Operasi manual digantikan oleh otomatisasi yang telah menjadi penyebab utama hilangnya pekerjaan. Beberapa contohnya adalah robot yang menggantikan manusia untuk perakitan komponen, pemindai kode batang yang menggantikan pekerja untuk tugas kasir, dan lain sebagainya. Penggunaan TIK menyebabkan konsekuensi ekonomi yang merugikan, konsekuensi sosial, hilangnya pendapatan, hilangnya harga diri, dan status di antara orang-orang dalam masyarakat.
Interaksi pribadi berkurang
Bekerja dari rumah, yang dianggap sebagai salah satu manfaat TIK, juga memiliki dampak negatif pada seseorang. Seseorang kehilangan kontak dengan orang lain karena berkurangnya interaksi sosial. Hal ini dapat membuat mereka merasa tidak bahagia dan terisolasi.
Hak digital

Penggunaan TIK dapat menimbulkan risiko terhadap hak-hak seperti privasi dan hak untuk dilupakan, yang dapat menimbulkan risiko bagi kelompok rentan dalam masyarakat. Beberapa contohnya adalah:
- Privasi: publikasi atau kebocoran informasi pribadi dan sensitif.
- Disinformasi dan misinformasi: TIK dapat menimbulkan risiko melalui penyebaran informasi yang salah dan tidak akurat.
- Pengawasan hak kekayaan intelektual: mengurangi akses ke sumber daya melalui perpanjangan hak cipta.
- Demokrasi: penggunaan perangkat TIK untuk melemahkan suara-suara oposisi dalam demokrasi.
Dampak lingkungan
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memiliki dampak langsung pada isu-isu lingkungan melalui ekstraksi sumber daya alam yang dibutuhkan untuk perangkat elektronik dan penggunaan bahan bakar fosil untuk pengoperasiannya.
- Penggunaan energi: teknologi digital menggunakan energi yang mungkin berasal dari sumber yang tidak terbarukan. Seiring proses digital menjadi norma, penggunaan bahan bakar fosil dan sumber energi lainnya menjadi umum dan konstan.
- Jejak produksi: [ 1 ] memproduksi elektronik membutuhkan sejumlah besar air dan air, dan mengeluarkan senyawa beracun ke udara.
- Keusangan terencana dan limbah elektronik: Karena toksisitas material dan kurangnya kemampuan untuk diperbaiki, banyak perangkat digital akan mencemari lingkungan di akhir masa pakainya.
- Ekstraksi sumber daya: meningkatnya penggunaan teknologi digital menyebabkan peningkatan penambangan dan penggunaan sumber daya lain seperti litium, kobalt, dan koltan.
- Paradoks Jevons : seiring meningkatnya efisiensi suatu sumber daya, semakin banyak orang yang akan menggunakannya.
Lihat juga
Referensi
- ↑ Jejak Ekologis Produksi Chip: Memetakan Dampak Iklim dan Lingkungan https://www.interface-eu.org/publications/chip-productions-ecological-footprint
| Penulis | Paul Reyes , Niño Caesar , Emilio |
|---|---|
| Lisensi | CC-BY-SA-4.0 |
| Sebutkan sebagai | Paul Reyes , Niño Caesar , Emilio (2021–2026). "Pengaruh TIK terhadap masyarakat" . Appropedia . Diakses pada 25 April 2026 . |