Jump to content

Zones/id

From Appropedia
300px-Permaculture_Zones.jpg
Zonasi merupakan bagian penting dari desain permakultur. Zonasi membantu mengatur semua elemen dalam suatu sistem berdasarkan tingkat perawatan yang dibutuhkan dan keterkaitannya. Dalam sistem yang dirancang dengan baik, pengguna hanya perlu sedikit upaya untuk pemeliharaan.

Jelajahi teknik zonasi permakultur di Appropedia dan optimalkan tata letak taman Anda.

Zonasi dalam desain permakultur mengacu pada metode untuk memastikan elemen-elemen ditempatkan dengan tepat dalam lanskap. Zona menunjukkan rentang area, mulai dari area dengan aktivitas manusia dan kebutuhan perhatian paling tinggi, hingga area yang sama sekali tidak memerlukan intervensi. Zona diberi nomor 0 hingga 5, dan pada peta sering kali menyerupai serangkaian cincin konsentris yang bergerak keluar dari satu titik pusat.

Ringkasan Zona Permakultur

  • Zona 0 -- Biasanya berupa rumah, bengkel, pusat komunitas, atau bangunan lainnya. Di sini, prinsip-prinsip permakultur akan diterapkan dengan tujuan mengurangi kebutuhan energi dan air, memanfaatkan sumber daya alam seperti sinar matahari, dan secara umum menciptakan lingkungan yang harmonis dan berkelanjutan untuk tinggal, bekerja, dan bersantai.
  • Zona 1 -- Zona yang paling dekat dengan bangunan pusat, lokasi elemen-elemen dalam sistem yang membutuhkan perhatian rutin, atau yang perlu sering dikunjungi, misalnya, tanaman salad, tanaman herba, buah-buahan lunak seperti stroberi atau rasberi, rumah kaca dan rangka dingin, area perbanyakan, tempat pengomposan cacing untuk sampah dapur, dll. Ini juga dapat mencakup ruang vertikal seperti lapisan tanaman rambat. Tanah mungkin gundul atau padat karena lalu lintas pejalan kaki.
  • Zona 2 -- Area ini digunakan untuk menanam tanaman tahunan yang membutuhkan perawatan lebih jarang, seperti pengendalian gulma sesekali (sebaiknya dengan metode alami seperti mulsa spot-to-spot) atau pemangkasan, termasuk semak kismis dan kebun buah. Area ini juga cocok untuk sarang lebah, tempat pengomposan skala besar , penyimpanan air, dll.
  • Zona 3 -- Merupakan area di mana tanaman utama ditanam, baik untuk keperluan rumah tangga maupun untuk tujuan perdagangan. Setelah penanaman, perawatan dan pemeliharaan yang diperlukan cukup minimal asalkan mulsa , dll., digunakan, misalnya, penyiraman atau pengendalian gulma seminggu sekali atau lebih. Pagar tanaman dan penahan angin dapat dipasang untuk menstabilkan iklim mikro. Hewan penggembala dan
  • Zona 4 -- Semi-liar. Zona ini terutama digunakan untuk mencari makan dan mengumpulkan makanan liar serta produksi kayu. Contohnya adalah hutan yang dikelola oleh semak belukar .
  • Zona 5 -- Alam Liar. Hampir tidak ada atau hampir tidak ada intervensi manusia di Zona 5, selain kegiatan penangkapan ikan liar atau pengamatan ekosistem dan siklus alam. Di sinilah kita mempelajari pelajaran terpenting dari prinsip pertama permakultur, yaitu bekerja sama dengan alam, bukan melawannya. Idealnya, zona ini terhubung dengan area alam liar lainnya di area tersebut untuk membentuk bagian dari koridor satwa liar.

Dalam perancangan zona 4 dan 5, model permakultur Holmgren memanfaatkan prinsip desain garis kunci Yeoman dalam perancangan permukiman manusia berkelanjutan dan pertanian organik . Konsep-konsep sederhana ini telah menghasilkan karya teoretis yang kompleks, yang tetap penting dalam mendukung proses perancangan. Dalam konteks analisis zona, Holmgren mendasarkan sebagian besar sistem perancangannya pada konsep distribusi zona yang berurutan, di mana secara geografis zona 0 ⊂ zona 1 ⊂ zona 2 ⊂ zona 3 ⊂ zona 4 ⊂ zona 5.

Analisis zona diterapkan pada kota

Dalam sebagian besar literatur permakultur, zona diterapkan pada lanskap pedesaan dan pinggiran kota. Namun, di lanskap perkotaan, seringkali hanya terdapat sedikit atau bahkan tidak ada area dengan interaksi manusia yang minimal. Oleh karena itu, analisis zona telah diperluas untuk diterapkan pada konteks perkotaan. [ 1 ]

Lebih banyak zona?

Sistem zona, sebagaimana pertama kali diuraikan oleh Mollison dan Holmgren, tidak membedakan antara bagian dalam rumah dan lingkungan sekitarnya. Seiring semakin banyaknya orang yang tinggal di daerah beriklim sedang menjadi praktisi permakultur, mereka membagi bagian dalam rumah menjadi Zona 0. Beberapa praktisi permakultur bahkan menambahkan Zona 00, yaitu diri, sebagai upaya untuk menempatkan manusia di jantung sistem. Yang lain juga memasukkan Zona 6 yang menunjukkan dunia yang lebih luas di mana sistem permakultur harus ada. Toby Hemenway berpendapat bahwa istilah "zona 00" tidak konsisten dengan zona-zona lainnya, yang merujuk pada lokasi fisik dan tidak bergerak, sedangkan zona 00 merujuk pada abstraksi yang tidak berwujud. [ 2 ]

Pranala luar

Referensi

Zonasi permakultur menghemat waktu dan mendukung alam. Appropedia menunjukkan bagaimana penataan area berdasarkan kebutuhan perawatan membantu pertanian, rumah, dan kota bekerja lebih efisien. Zonasi permakultur menghemat waktu dan mendukung alam. Appropedia menunjukkan bagaimana penataan area berdasarkan kebutuhan perawatan membantu pertanian, rumah, dan kota bekerja lebih efisien.}}

| ported-from = https://permaculture.fandom.com/wiki/Zona_(Permakultur) | kata kunci = desain, permakultur }}

Data halaman
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
PenulisEthan
LisensiCC-BY-SA-3.0
Lokasi{{{koordinat}}}
BahasaBahasa Inggris (en)
TerjemahanIndonesia
Terkait1 subhalaman , 6 halaman tautan di sini
PengalihanManual rehabilitasi lingkungan asli 2.3 , Zona
Pemandangan258 tampilan halaman ( analitik )
Dibuat10 Oktober 2015 oleh Ethan
Edit terakhir5 April 2025 oleh 190.150.218.102
Cookies help us deliver our services. By using our services, you agree to our use of cookies.