Tolocar/Re-birth Bricks in Action/id

Proyek ini bertujuan untuk memungkinkan penggunaan kembali puing-puing konstruksi untuk rekonstruksi daerah berpenduduk, dan untuk mendorong pengembangan dan pertumbuhan budaya kelahiran kembali.
Di dunia yang mengutamakan keberlanjutan, solusi cerdas untuk mendaur ulang dan menggunakan kembali material telah menjadi hal yang vital. Batu bata daur ulang, yang juga dikenal sebagai batu bata daur ulang, menawarkan contoh cemerlang tentang bagaimana limbah dapat diubah menjadi sumber daya yang berharga, menyediakan alternatif yang ramah lingkungan untuk material konstruksi tradisional.
Isi
Proses Transformatif: Dari Koleksi hingga Kreasi
Perjalanan batu bata kelahiran kembali dimulai dengan pengumpulan batu bata yang dibuang dan pecah dari berbagai sumber. Kami mengeksplorasi bagaimana bahan-bahan yang didaur ulang ini dipilih dan disortir dengan hati-hati, siap untuk menjalani proses transformasi. Dari penghancuran dan penggilingan hingga pencampuran dengan elemen ramah lingkungan lainnya, kami mengungkap langkah-langkah yang menghasilkan batu bata kelahiran kembali yang berkelanjutan dan kuat.
Dampak Lingkungan Luar Biasa dari Batu Bata Re-birth
Saat kita menyelami lebih dalam dunia batu bata kelahiran kembali, kita mengungkap dampak lingkungannya yang luar biasa. Batu bata ini tidak hanya mengurangi beban di tempat pembuangan sampah tetapi juga meminimalkan kebutuhan untuk produksi batu bata baru, sehingga melestarikan sumber daya alam yang penting. Melalui fakta dan angka, pembaca akan memperoleh pemahaman yang mendalam tentang jejak positif yang ditinggalkan batu bata kelahiran kembali di planet kita.
Mengubah Sampah Menjadi Berharga: Bata demi Bata
Evolusi batu bata daur ulang menggambarkan perubahan paradigma dalam cara kita memandang sampah. Dari sekadar sisa-sisa yang dibuang menjadi blok bangunan yang tak ternilai, batu bata daur ulang menunjukkan keindahan transformasi. Dampak lingkungan yang positif dan kontribusinya terhadap pengurangan sampah menandai jalan yang menjanjikan menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Saat kita merangkul batu bata daur ulang, mari kita buka jalan bagi dunia tempat sampah menemukan nilai baru, bata demi bata.
Sementara itu, di laboratorium material di Ukraina...
Bagian perencanaan
Sementara satu bagian dari tim menggunakan resep yang sudah ada untuk membuat blok bangunan, bagian lain dari tim dari Ukraina mengembangkan dan menguji resep baru untuk blok bangunan dari limbah industri berat. Tujuan dari tim ini adalah untuk membuat resep optimal blok bangunan murah untuk rekonstruksi Ukraina setelah berakhirnya perang. Pengembangan utamanya adalah resep untuk blok yang menggunakan lumpur merah dari tempat pembuangan sampah di wilayah Mykolaiv (salah satu wilayah yang paling terdampak di Ukraina).
Dengan menggunakan kemampuan ilmiah, kami mengembangkan komposisi bahan yang berfungsi. Hasil yang paling seimbang:
Campuran kami terdiri dari dua bagian: pertama adalah "bagian semen" yang dihitung seperti 100%, kedua adalah "bahan pengisi", dihitung seperti kaitannya dengan bagian semen. Semen: 55% lumpur aluminium merah; 40% terak granul yang dihancurkan dari tanur sembur; 5% soda abu. Bahan pengisi: 275% pasir; 150% batu bata pecah, 170% puing.
Membuat bagian
Dengan menggunakan resep di atas, kami mulai menyiapkan campurannya.
Pasir harus dikeringkan di bawah sinar matahari atau dengan bantuan kotak pengering, batu bata harus dihancurkan secara mekanis.
Setelah 28 hari, uji kompresi yang dilakukan pada peralatan bersertifikat dari Universitas Nasional Teknik Sipil dan Arsitektur Kyiv menunjukkan bahwa prototipe yang dibuat sesuai resep dapat menahan tekanan lebih dari 30 MPa.
Proses Re-Birth Brick atau Block, mengubah bahan limbah menjadi batu bata
Re-Birth Brick adalah prototipe batu bata yang diinformasikan oleh media dan budaya digital untuk lingkungan pascakonflik yang kompleks dan tidak stabil secara politik, yang responsif terhadap kebutuhan pengungsi, pengungsi internal, dan sumber daya yang terbatas. Batu bata ini dibuat di Permukiman Pengungsi Pagirinya, sebagai respons terhadap kebutuhan perumahan yang mendesak bagi masyarakat.
Proses progresif bagaimana Re-Birth Bricks dibuat.
| Batu Bata Rusak atau Rumah Hancur | |
| Kulit yang kaya | |
| Pasir sungai | |
| Semen |
Dari bahan limbah menjadi bata (misalnya bahan seperti pecahan bata, sekam padi dan campurannya).
Puing-puing penyusutan berdasarkan jenis material (misalnya, batu bata pecah, beton, kayu, dan beton). Singkirkan material yang tidak dapat didaur ulang atau berbahaya dari puing-puing seperti perapian. Bersihkan puing-puing untuk menghilangkan debu, kotoran, dan kontaminan lainnya. Pastikan kepatuhan terhadap peraturan keselamatan dan sediakan alat pelindung diri (APD) bagi pekerja.
Menghancurkan dan menggiling bahan sisa seperti pecahan bata untuk membuat cetakan yang mudah dicampur dengan bahan lain. Gunakan mesin yang tepat untuk menghancurkan dan menggiling serpihan menjadi partikel yang lebih kecil untuk dijadikan cetakan atau menjadi seperti pasir sungai. Pastikan ukuran partikel konsisten dan sesuai untuk pembuatan bata.
Tentukan rasio campuran yang tepat antara partikel puing yang dihancurkan, semen, dan air. Campur partikel bahan limbah (puing) yang dihancurkan, semen, dan air secara menyeluruh dalam mixer beton atau peralatan serupa; campuran harus memiliki konsistensi yang memungkinkan pencetakan mudah.
Alat yang digunakan untuk membuat Batu Bata atau Blok Kelahiran Kembali
- Mesin cetak blok manual
- Cangkul
- Naungan
- Sekop
- Kereta sorong
- Rak
- tebu berair








